Skip to main content

pelaksanaan ibadah haji wada

 pelaksanaan ibadah haji wada

Haji Wada adalah haji perpisahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun ke-10 Hijriah, dan merupakan satu-satunya haji yang beliau lakukan setelah hijrah ke Madinah. Tempat utama pelaksanaan Haji Wada sama seperti ibadah haji pada umumnya, yaitu dimulai dari Masjidil Haram di Makkah, tempat para jemaah melakukan thawaf, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, serta tahallul. Masjidil Haram menjadi titik awal dan akhir dari rangkaian ibadah ini, tempat yang sangat sakral dan penuh makna spiritual bagi seluruh umat Islam.

Setelah menyelesaikan ritual di Masjidil Haram, para jemaah menuju ke Arafah untuk melaksanakan wukuf, yang merupakan rukun paling utama dalam ibadah haji. Di Padang Arafah inilah Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah terakhirnya yang sangat monumental, yang dikenal sebagai Khutbah Wada. Dalam khutbah tersebut, beliau menyampaikan pesan-pesan penting tentang persatuan umat, keadilan, dan kewajiban umat Islam. Oleh karena itu, Padang Arafah menjadi tempat yang sangat bersejarah dan penuh makna dalam konteks Haji Wada.

Setelah wukuf di Arafah, jemaah melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk bermalam dan mengumpulkan batu kerikil, kemudian ke Mina untuk melaksanakan jumrah dan berkurban. Tempat-tempat ini menjadi bagian dari napak tilas spiritual Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Haji Wada bukan hanya menandai akhir dari misi kerasulan Nabi, tetapi juga menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menunaikan ibadah haji dengan penuh kesadaran, penghayatan, dan ketaatan kepada Allah SWT 



Comments